<<< Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa >>>
Sabtu, 09 Mei 2009
Visi Misi LKIM
Seiring dengan kemajuan zaman dan tuntutan di dunia pendidikan untuk tampil ke depan, maka dituntut kita dalam meningkatkan bibit Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki rasa keintelektualan, kreativitas, inovatif dan berakhlak mulia yang cukup berpotensi sehingga dapat menggunakan keilmuannya dalam kehidupan masyarakat. Fakultas peternakan adalah salah satu wadah pendidikan mahasiswa peternakan yang memegang sekian banyak sarana keintelektualan khususnya di bidang keilmiahan dan teknologi peternakan.
Fakultas peternakan tidak lepas dari kegiatan keilmiahan. Kegiatan ilmiah merupakan bagian dari kajian bidang ilmu peternakan. Dalam mengembangkan ilmu peternakan maka setiap orang yang terlibat di bidang peternakan harus berperan aktif dan ikut serta dalam melakukan kajian dan penelitian di bidang peternakan.
Mahasiswa yang memiliki fungsi sebagai agent of change harus mempunyai kemampuan yang nantinya bisa dipergunakan ditengah masyarakat membawa perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan kemajuan zaman saat ini. Untuk memenuhi tuntutan ini maka mahasiswa harus membekali dirinya dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan, dalam kehidupan kampus hal itu dimungkinkan dengan diberinya kebebasan beraktivitas dan berkreativitas selama batas-batas wajar tertentu.
Mahasiswa dituntut untuk belajar banyak, bukan hanya dari bangku perkuliahan saja tetapi ia juga harus mencarinya dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler atau di luar bangku kuliah. Untuk memujudkan ini, maka dibutuhkan suatu wadah yang nantinya mampu memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan keterampilannya.
Dalam mewujudkan hal di atas maka dibentuklah suatu organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas yang bernama
Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa ( LKIM )
Fakultas Peternakan UniversitasAndalas yang nantinya mampu menjadi wadah bagi pengembangan pengetahuan mahasiswa khususnya dibidang keilmuan peternakan.
VISI
Mewujudkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas kreatif, inovatif, konstruktif, kritis, berakhlak mulia dan selalu optimis menuju Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
MISI
1. Mewujudkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas yang peka terhadap perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis iman dan taqwa dalam rangka terciptanya generasi yang berdaya guna, etos kerja tinggi dan siap menghadapi tantangan ke depan.
2. Meningkatkan daya penalaran dan kemampuan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas dalam mengembangkan keilmuan dan penelitian.
3. Menimbulkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas yang disiplin terhadap ilmu yang ditekuninya.
4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada pihak perguruan tinggi dan masyarakat umum tentang kemajuan ilmu peternakan yang mutakhir.
5. Mempersiapkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas menjadi sarjana yang berkualitas dan menguasai teknik peternakan sehingga siap terjun ke masyarakat.
Program Kerja Unggulan
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
Pelatihan Presentasi
Pelatihan Penulisan Populer
Pelatihan Komputer dan internet
Pelatihan Dasar dan Up-Grading
Seleksi Tulisan Pada Lomba Karya Tulis
Diskusi Dua Mingguan
Kajian Ilmiah
Musyawarah besar
LKIM goes to farm
Movingclass
Agrowisata
LKIM English Club
Workshop/Lokakarya
Expo LKIM Faterna Unand
Prestasi
Harpahmi (Pro 02) Juara 1 LKTM Tk Unand
Peraih Beasiswa S2 Ke Malaysia
Eka Suryani (Nut 02) Juara 2 LKTM Tk Unand
Penerima Beasiswa Berprestasi
Riska Hidayati (Pro 03) Finalis PIMNAS Padang
Emma Novrianti (Pro 03) Juara 2 LKTM Unand
Fitrinaldi (THT 04) Juara 1 KKTM Tk Unand
Ronal Depson (THT 04) Juara 1 BASEM Award
Rahma Roseti (Pro 04) Finalis PIMNAS Semarang
Azhari Nuridinar (THT 05) Juara 3 LKTM Unand
Efda Yeni R (Pro 05) Juara 2 LKTQ Unand
Finalis LKTQ pd MTQ Nasional ACEH
Juara Harapan LKTM LH se SUMBAR
Visi Misi LKIM
Seiring dengan kemajuan zaman dan tuntutan di dunia pendidikan untuk tampil ke depan, maka dituntut kita dalam meningkatkan bibit Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki rasa keintelektualan, kreativitas, inovatif dan berakhlak mulia yang cukup berpotensi sehingga dapat menggunakan keilmuannya dalam kehidupan masyarakat. Fakultas peternakan adalah salah satu wadah pendidikan mahasiswa peternakan yang memegang sekian banyak sarana keintelektualan khususnya di bidang keilmiahan dan teknologi peternakan.
Fakultas peternakan tidak lepas dari kegiatan keilmiahan. Kegiatan ilmiah merupakan bagian dari kajian bidang ilmu peternakan. Dalam mengembangkan ilmu peternakan maka setiap orang yang terlibat di bidang peternakan harus berperan aktif dan ikut serta dalam melakukan kajian dan penelitian di bidang peternakan.
Mahasiswa yang memiliki fungsi sebagai agent of change harus mempunyai kemampuan yang nantinya bisa dipergunakan ditengah masyarakat membawa perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan kemajuan zaman saat ini. Untuk memenuhi tuntutan ini maka mahasiswa harus membekali dirinya dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan, dalam kehidupan kampus hal itu dimungkinkan dengan diberinya kebebasan beraktivitas dan berkreativitas selama batas-batas wajar tertentu.
Mahasiswa dituntut untuk belajar banyak, bukan hanya dari bangku perkuliahan saja tetapi ia juga harus mencarinya dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler atau di luar bangku kuliah. Untuk memujudkan ini, maka dibutuhkan suatu wadah yang nantinya mampu memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan keterampilannya.
Dalam mewujudkan hal di atas maka dibentuklah suatu organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas yang bernama
Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa ( LKIM )
Fakultas Peternakan UniversitasAndalas yang nantinya mampu menjadi wadah bagi pengembangan pengetahuan mahasiswa khususnya dibidang keilmuan peternakan.
VISI
Mewujudkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas kreatif, inovatif, konstruktif, kritis, berakhlak mulia dan selalu optimis menuju Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
MISI
1. Mewujudkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas yang peka terhadap perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis iman dan taqwa dalam rangka terciptanya generasi yang berdaya guna, etos kerja tinggi dan siap menghadapi tantangan ke depan.
2. Meningkatkan daya penalaran dan kemampuan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas dalam mengembangkan keilmuan dan penelitian.
3. Menimbulkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas yang disiplin terhadap ilmu yang ditekuninya.
4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada pihak perguruan tinggi dan masyarakat umum tentang kemajuan ilmu peternakan yang mutakhir.
5. Mempersiapkan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas menjadi sarjana yang berkualitas dan menguasai teknik peternakan sehingga siap terjun ke masyarakat.
Program Kerja Unggulan
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
Pelatihan Presentasi
Pelatihan Penulisan Populer
Pelatihan Komputer dan internet
Pelatihan Dasar dan Up-Grading
Seleksi Tulisan Pada Lomba Karya Tulis
Diskusi Dua Mingguan
Kajian Ilmiah
Musyawarah besar
LKIM goes to farm
Movingclass
Agrowisata
LKIM English Club
Workshop/Lokakarya
Expo LKIM Faterna Unand
Prestasi
Harpahmi (Pro 02) Juara 1 LKTM Tk Unand
Peraih Beasiswa S2 Ke Malaysia
Eka Suryani (Nut 02) Juara 2 LKTM Tk Unand
Penerima Beasiswa Berprestasi
Riska Hidayati (Pro 03) Finalis PIMNAS Padang
Emma Novrianti (Pro 03) Juara 2 LKTM Unand
Fitrinaldi (THT 04) Juara 1 KKTM Tk Unand
Ronal Depson (THT 04) Juara 1 BASEM Award
Rahma Roseti (Pro 04) Finalis PIMNAS Semarang
Azhari Nuridinar (THT 05) Juara 3 LKTM Unand
Efda Yeni R (Pro 05) Juara 2 LKTQ Unand
Minggu, 03 Mei 2009
Agrowisata Berbasis Peternakan
Tahun 2008 telah ditetapkan pemerintah sebagai tahun kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year 2008 atau VIY 2008) bersamaan dengan peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Agenda ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan pariwisata di Indonesia dengan mengoptimalkan promosi Indonesia baik ke manca Negara dan domestik.
Upaya VIY 2008 dilakukan untuk mencapai target jumlah kunjungann Wisman (wisata mancanegara) sebanyak 7 juta dan Wisnu (wisata nusantara) 223 juta pada akhir tahun 2008.
Program VIY 2008 menetapkan provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebagai salah satu diantara 10 daerah destinasi wisata di Indonesia. Hal ini terlihat dengan potensi Sumbar yang kaya dengan objek wisata alam, budaya, sejarah dan agrowisata.
Agrowisata Berbasis Peternakan (ABP) adalah pariwisata terpadu dengan mengabungkan antara pesona alam, pertanian dan peternakan.
Prinsip ABP diterapkan dengan mengembangkan usaha peternakan di tempat objek wisata menurut potensi daerah masing-masing, maupun kunjungan langsung ke breeding farm yang ada di sumbar seperti BPTU (balai pengembangan ternak unggul) dan usaha peternakan baik personil maupun kelompok.
Pengembangan ABP dengan mengkombinasikan keindahan alam, pertanian dan peternakan, peranya tidak sekedar sebagai wisata alam tapi juga wisata kuliner dan wisata organik yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung sehingga akan meningkatkan devisa sumbar.
Keindahan alam Sumbar terlihat pada keanggunan danau singkarak, maninjau, serta panorama alam yang sangat manakjubkan seperti ngarai sianok, ngalau indah, lembah arau, pantai cerocok, air manis, caroline, pasir putih, bayang sani, timbulun, pulau mande, dan jembatan akar menjadikan Sumbar tujuan objek wisata yang menakjubkan, sayangnya belum semua keindahan wisata alam Sumbar termanajemen dengan baik sehingga belum memberikan keuntungan optimal.
Untuk meningkatkan potensi wisata alam tersebut diperlukan sebuah modifikasi berupa bangunan dengan nuansa budaya minang.
Sebagai wisata pertanian terlihat dengan adanya kebun teh, tanaman markisa, terung virus, strowberi, tomat, kol, sawi, bawang merah,bayam dan aneka produk pertanian lainya, yang dikembang dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik sehingga produk pertanian yang dihasilkan adalah produk pertanian organik.
Keberadaan peternakan pada duia pariwisa merupakan sebuah budaya anak nagari yang selama ini potensinya belum termanfaatkan secara optimal. Pengembangan pariwisata peternakan berperan sebagai hiasan, hiburan, sumber pendapatan, pupuk organik, plasma nutfah dan wisata kuliner.
Pengembangan wisata peternakan dengan menghidupkan nilai seni budaya dari masing-masing daerah seperti pacu itik di payakumbuh, pacu banteng di bukit tinggi, adu kerbau di agam, lomba ayam kokok balenggek di solok, pacu jawi di tanah datar.
Perlombaan yang diangkatkan selama ini oleh daerah masing-masing masih belum optimal dalam menarik wisman dan wisnu, seharusnya adanya kerjasama antara daerah objek pariwisata dengan dinas pariwisata, peternakan dan pihak swasta.
Kerjasama dari beberapa pihak tersebut ABP bisa dijadikan paket kunjungan wisatawan, dengan memanfaatkan moment tertentu yang telah ditetepkan oleh dinas pariwisata seperti hari besar nasional, hari libur, setiap pekan maupun acara adat dan seni anak nagari.
Sebagai wisata kuliner, wisatawan dapat menikmati dan mencicipi produk peternakan secara langsung seperti susu segar, pasteurisasi, skim, coloustrum, susu kedele, sup ayam, ayam bakar, telur asin, rendang telur, rendang padang, gulai itik, itik bakar, dendeng batokok, dadih, sate kambing, sate ayam, sate itik dan aneka masakan lainya.
Selain produk yang bisa di konsumsi manusia, peternakan memegang peran penting sebagai penghasil pupuk organik yang dimanfaatkan untuk pariwisata pertanian untuk mewujudkan pertanian organik, selain itu pupuk organik bisa dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Melihat potensi tersebut maka ABP sangat potensil untuk dikembangkan di Sumbar dengan mengkombinasikan antara keindahan panorama alam, pertanian dan peternakan sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Dengan daya tarik tersebut dapat meningkatkan devisa bagi Sumbar, sehingga program VIY 2008 dapat tercpai dengan lebih optimal.
Untuk mencapai target VIY 2008 diharapkan Dinas Pariwisata memberikan perhatian yang lebih untuk modifikasi objek wisata yang ada maupun pengembangan ABP selain itu, adanya kerja sama dengan pihak swasta dan anak nagari sehingga terwujudnya Sumbar sebagai daerah destinasi wisata terkemuka di Indonesia. Semoga.
Penulis : Efda Yeni Rahman. Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang.
Senin, 27 April 2009
FLU BABI : ANCAMAN YANG MEMATIKAN
oleh Azhari Nuridinar
Sebenarnya, apa itu flu babi ? Mungkin banyak dari masyarakat awam tidak banyak mengetahuinya. berita yang di ekspos hanya berkisar dampak yang ditimbulkan, namun tidak menjelaskan penyebab, penyebaran dan cara mengatisipasinya.
pada tulisan ini kami mencoba mengulas sedikit pengetahuan tentang flu babi tersebut.
Sejarah Flu Babi
Flu babi sebenarnya merupakan penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A subtipe H1N1. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi bahwa beberapa kasus flu babi yang muncul di Meksiko merupakan strain baru virus H1N1 yang belum pernah ditemukan. Karena itu meski namanya flu babi, namun strain baru ini belum pernah ditemukan pada babi. Ancaman penyakit ini justru pada transmisi dari orang ke orang. Virus ini secara genetik berbeda dengan virus influenza manusia H1N1 yang telah beredar secara global selama beberapa tahun terakhir. Virus flu baru ini mengandung DNA yang identik dengan virus avian, virus babi dan virus manusia, termasuk elemen-elemen dari virus babi Eropa dan Asia.
Penularan
Sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, telah dikonfirmasi adanya 12 kasus penderita flu babi. Namun dari semua kasus itu, hanya satu orang yang pernah melakukan kontak dengan babi. Saat itu belum ada bukti penularan orang ke orang dalam kasus tersebut. Namun sejak Maret 2009, kasus ini mulai dilaporkan di Meksiko dan terus menyebar ke AS dan negara-negara lainnya. Yang perlu diingat, virus flu terus bermutasi. Karena itulah vaksin flu berubah setiap tahun. Untuk virus flu babi yang baru ini belum ditemukan vaksinnya.
Virus babi jenis baru yang merupakan kombinasi antara flu babi, flu burung, dan flu manusia ini telah menewaskan 81 orang dan menginfeksi sekitar 1.300 orang di Meksiko. Virus ini juga telah merambah ke Amerika Serikat dan menginfeksi 11 orang di California, Texas, dan Kansas. nWabah flu babi ini diyakini bisa meluas ke kawasan lain di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, virus flu babi ini berpotensi sangat besar menjadi pandemi. Kasus flu babi ini dinilai WHO sebagai kondisi darurat untuk kesehatan publik yang harus segera mendapat perhatian komunitas internasional. Sampai sejauh ini virus flu babi dilaporkan sudah meluas hingga ke Selandia Baru, AS, Israel, dan Perancis. Virus flu babi ini diduga bisa meluas dengan cepat ke berbagai negara dalam waktu sangat cepat karena adanya transportasi udara. Oleh karena itu, salah satu cara mencegahnya adalah dengan membuka pos-pos pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara.
Perhatikan pola makan anda jika tidak ingin tertular flu babi. Pastikan babi benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jangan makan babi bakar atau babi panggang! Kebersihan juga harus dijaga. mengkonsumsi babi sebaiknya dimasak lebih dari 80 derajat untuk mematikan kuman-kuman dan jangan makan babi bakar atau babi panggang, karena lebih cepat penyebarannya. mencegah tertular flu babi adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi. Tentu saja harus rajin-rajin membersihkan diri dan lingkungan, terlebih yang memiliki kandang babi.dan hindari kontak langsung dengan babi serta jauhi penampungan babi. Pemilik peternakan babi wajib menyemprotkan disinfektan
Ciri-Ciri Terjangkit Flu Babi
Ciri-ciri orang yang terinfeksi flu babi sama dengan saat terserang flu burung . Flu babi, memiliki sifat mutasi yang berbahaya bagi manusia. flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia.
Bagaimana gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini? Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan. Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare. selain itu, ciri lain ditandai dengan demam tinggi mencapai 39 derajat celsus, sakit kepala, mengalami pegal linu, dan iritasi mata.
pencegahan dapat dilakukan dengan cara memakai masker, hindari berjabat tangan, mencium dan mencuci tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir.
Kebijakan Pemerintah
Pemerintah harus segera bertindak cepat dan sigap dalam mencegah penularan flu babi di Indonesia. Walaupun MenKes menyatakan bahwa flu babi hanya menyerang wilayah yang berada pada daerah empat musim. namun dapat dikhawatirkan, virus flu babi dapat bermutasi hingga ke fase 5 dan 6 yang artinya menjadi pandemi bagi dunia.
Kebijakan yang dapat segera dilakukan dapat berupa : 1) Peningkatan Pengawasan jalur transportasi darat, laut dan udara dengan menyediakan pos-pos kesehatan di pelabuhan dan airport. 2) segera hentikan Impor ternak terutama ternak babi dari negara luar negeri. dan membatasi pergerakan penjualan ternak babi antar wilayah. 3) lakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang antisipasi pencegahan flu babi kepada masyarakat. Pendidikan dini perlu dilakukan agar jangan terjadi kepanikan dalam masyarakat.
Minggu, 26 April 2009
Profil LKIM
Menuju Ketahanan Pangan Nasional
Ketahanan pangan merupakan tersedianya pangan dalam jangka waktu panjang untuk kebutuhan masyarakat. Pangan yang di konsumsi oleh masyarakat umumnya berasal dari pangan hasil tumbuhan, hasil peternakan dan perikanan. Pangan hasil pertanian seperti padi, jagung, gandum, sagu dan sebagainya merupakan pangan sebagai sumber karbohidrat untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bekerja dan beraktifitas. Pangan hasil ternak seperti daging, susu dan telur merupakan sumber pangan kaya protein yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan otak. Sama halnya dengan produk hasil peternakan, ikan juga sebagai sumber protein yang kaya akan asam amino essensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti peningkatan pengetahuan, pendidikan dan pendapatan mengakibatkan permintaan daging nasional sebagai sumber protein hewani meningkat. Jumlah penduduk
Data Apfindo (Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia) : (2007) menunjukan bahwa pangsa konsumsi daging nasional didominasi oleh daging ayam sebesar
Neraca Kebutuhan daging di Indonesia masih terdapat kesenjangan produksi sebesar 25,44 – 28,26 % antara tahun 2005 – 2008 atau setara dengan 865,33 ribu – 864,22 ribu ekor sapi hidup. Kekurangan tersebut di import dari luar negeri misalnya dari Australia sebanyak 58 ribu – 89 ribu ton pertahun. Hal ini sungguh ironis sekali karena sejak dulu kita selalu membanggakan diri sebagai negara agraris, namun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja kita tidak mampu.
Sekarang apa yang bisa kita lakukan ? Bagaimana peran pemerintah, perguruan tinggi, dan swasta dalam menuju Indonesia ketahanan pangan ? Apa saja kebijakan yang telah dilakukan, sedang dijalankan dan yang akan dilaksanakan guna menunjang ketahanan pangan? Banyak rentetan pertanyaan yang muncul dibenak kita mengenai persoalan peternakan yang kita hadapi saat ini.
Peranan Pemerintah
Peranan yang dilakukan pemerintah hendaknya melakukan pembinaan dan pemberdayaan peternak rakyat melalui meningkatan petugas penyuluh peternakan. Program SDM (Sarjana Mandiri Desa) yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini merupakan suatu bentuk pembinaan dan pemberdayaan yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peternak rakyat serta mampu menyerap tenaga kerja terdidik. Maka diharapkan program tersebut dilaksanakan secara kesinambungan. Informasi pasar dan peningkatan sarana dan prasarana di pasar ternak perlu diperhatikan, karena di pasar ternak atau lebih dikenal dengan ”pasar becek” perputaran uang dan transaksi jual beli ternak berlangsung sampai milyaran rupiah perminggunya. Potensi ekonomi yang menggiurkan. Pembinaan dan pemberdayaan RPH (Rumah Potong Hewan) perlu perhatian yang serius agar produk/hasil pemotongan hewan benar-benar memenuhi standar dan aman untuk dikonsumsi. Prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) agar tetap terjaga. Pembinaan terhadap feedloter untuk menghasilkan ternak yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan ternak nasional dengan disokong bantuan dana yang memadai.
Kebijakan pembangunan peternakan guna menuju ketahanan pangan terutama swasemba daging yang dilakukan meliputi a) Memprioritaskan pengembangan sapi potong, kerbau, unggas, kambing dan domba. b) Membangun peternakan berbasiskan kawasan (terkonsentrasi) dalam bentuk kawasan prioritas dan kawasan integrasi dan kawasan industri. c) Konsolidasi peternakan rakyat dengan peningkatan kualitas sumberdaya. d) Membangun sistem pelayanan peternakan dan kesehatan hewan terpadu. e) meningkatkan daya saing produk peternak melalui kualitas dan kuantitas dengan memanfaatkan teknologi. f) Mengembangkan sistim pembiayaan yang kondusif untuk subsektor peternakan
Peranan Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi terutama lembaga pendidikan peternakan menjadi penting, sebab dari merekalah dihasilkan para sarjana peternakan yang tentunya menguasai ilmu dan teknologi bidang peternakan untuk mengembangkan peternakan dan industri peternakan. Program perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan menjumpai masyarakat petani peternak sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dipandang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat misalnya KKN (kuliah kerja nyata) dapat membantu terjadinya transfer pengetahuan baik bagi peternak maupun kepada mahasiswa. Hal ini yang pernah penulis alami. Mendidik mahasiswa untuk dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan peternakan.
Selain itu, perguruan tinggi memiliki peranan dalam melakukan penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan peternakan. Serta membantu berbagai pihak dalam merencanakan dan mengembangkan usaha dan industri peternakan.
Peranan Swasta
Swasta memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan daging. Perusahaan feedlot merupakan produsen terbesar yang menguasai hampir setiap sektor peternakan mulai dari hulu berupa penyediaan bibit, sapronak dan lainnya hingga ke hilir dalam bentuk produk hasil ternak yang siap dikonsumsi dengan memanfaatkan inovasi teknologi dalam setiap prosesnya.
Secara nyata swasta berperan dalam Meningkatkan produktivitas pada kontribusi penyediaan daging, meningkatkan kualitas dan kunatitas bibit, Inovasi teknologi penggemukan, Pembinaan SDM peternakan dalam teknologi penggemukan, Pembinaan peternakan rakyat melalui pola kemitraan, Pembinaan pasar (asuh), introduksi restaining box.
Adanya kolaborasi yang baik ketiga unsur tersebut yaitu pemerintah, perguruan tinggi dan swasta maka diharapkan ketahanan pangan terutama swasembada daging dapat tercapai. Pemerintah selaku pengambil kebijakan dapat memberikan perhatian kepada peternak, perguruan tinggi dan swasta berupa peningkatan infrastruktur. Perguruan tinggi mengambil peranan dalam transfer pengetahuan dan teknologi tepat guna hasil penelitian agar lebih dapat dimanfaatkan oleh pihak swasta. Sebagai bentuk apresiasi, swasta dapat memberikan bantuan dana penelitian kepada perguruan tinggi agar inovasi teknologi terus berkembang. Sehingga terwujudnya ketahanan pangan nasional.
AN